Subtitle Bahasa Sunda

0

Seorang teman pernah nyeletuk ketika melihat saya sedang menonton film di laptop, “Gaya banget, lu, pake subtitle bahasa Inggris. Kan, ada yang bahasa Indonesia.”

Dari dulu, saya kalau nonton film bajakan-hasil-download di laptop memang terbiasa memakai subtitle bahasa Inggris. Bukannya nggak mau dimudahkan dengan subtitle bahasa Indonesia, tapi saya lebih nyaman untuk membaca subtitle bahasa Inggris biar sesuai dengan gerakan mulut pemain film dan suaranya. Pikir saya, itung-itung sekalian belajar bahasa Inggris secara otodidak.

Maka ketika mayoritas downloader film begitu akrab dengan akun Pein Akatsuki dan Lebah Ganteng sebagai pemasok subtitle, saya nggak. Saya lebih mengenal akun-akun seperti Ivandrofly, GoldenBeard, dan Luis-subs. Buat yang bingung bisa mengakses subscene.com nanti.

credit to @tahilalats

credit to @tahilalats

selengkapnya

Kelompok Pengendara Motor Goblok

2

Jakarta sekarang berada dalam keadaan bahaya. Bukan karena bencana alam. Bukan pula karena invasi ISIS yang akan gue ributkan disini, tetapi karena kelakuan sekelompok pengendara motor berpikiran sempit. Kelompok ini gue namakan Kelompok Pengendara Motor Goblok, atau bisa disingkat menjadi KPMG. Sengaja gue singkat menjadi KPMG agar terdengar catchy seperti nama salah satu Kantor Akuntan Publik papan atas. Nggak penting.

Kelompok Pengendara Motor Goblok adalah segelintir oknum pengendara motor yang sering menyebabkan kemacetan di jalan. Mereka akan muncul ketika sebuah jalur dalam suatu jalan tersendat. Ulah mereka biasanya akan dimulai oleh seorang “pemimpin rombongan” yang melihat peluang untuk menyalip rombongan mobil dan motor di depannya dengan melewati jalur yang berlawanan arah. Pemimpin KPMG akan melaju terus, kemudian diikuti “anak buah“nya, sampai mereka tidak bisa menyalip lagi karena sudah bertemu dengan rombongan mobil dan motor yang berlawanan arah.

Bingung dengan cerita di paragraf atas? Untuk memudahkan memahami kelakuan KPMG, berikut disajikan ilustrasi seadanya.

Ilustrasi bagaimana KPMG (dilingkari merah) melakukan kejahatan lalu lintas.

Ilustrasi bagaimana KPMG (dilingkari merah) melakukan kejahatan lalu lintas.

selengkapnya

Quick Update #1

0

Ada yang nanyain kabar gue?

Nggak? Yaudah deh.

Yah, walaupun nggak ada yang nanyain keadaan gue sekarang, gue tetep akan bikin Quick Update. Quick Update adalah sebuah kategori baru untuk mengakomodir kesibukan dan/atau macetnya otak gue, yang mengakibatkan tidak adanya postingan terbaru. Lebih baik ada update sesekali kan, daripada mati suri selama berbulan-bulan. Takutnya publik mengira empunya blog ini sudah punah.

Gue sekarang lagi OJT (On the Job Training) a.k.a. magang di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Jatinegara. Terhitung mulai tanggal 10 November 2014 kemarin, gue udah mulai aktif bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, di bawah Kementerian Keuangan. Ini adalah langkah awal sebelum gue diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Masih ada beberapa step lagi yang mungkin akan gue ceritain lagi di kemudian hari. Masalah gaji nggak usah ditanya… belum dapet.

Perihal tidak adanya postingan baru selama 4 bulan lebih, sebenarnya ada beberapa draf postingan di notes hape hasil keisengan di kala menganggur di kantor. Tapi ya gitu, belum layak diposting aja menurut gue. Namanya juga masih draft, jadinya belum melalui proses editing dan finishing. (apaan njir berasa situs berita internasional)

Yaudah gitu aja Quick Update edisi perdana ini. Eh, tapi beneran tadi nggak ada yang nanyain kabar gue?

August Rush

0

Bulan Agustus kemarin mungkin jadi salah satu bulan yang baik dalam kehidupan gue.

Alasan pertama, gue (dan temen-temen lulusan STAN 2013 lainnya) akhirnya TKD juga (Tes Kemampuan Dasar -red) setelah menunggu selama lebih dari 9 bulan sejak wisuda tahun lalu. 9 bulan penuh penantian yang gue rangkum dalam sebuah puisi absurd disini akhirnya usai. Kemenpan pada awal bulan Agustus merilis pengumuman tentang nasib kami, yaitu TKD untuk lulusan STAN diadakan pada tanggal 25 – 30 Agustus 2014, sekaligus dilakukan pemberkasan pada saat yang bersamaan.

Dan 3 minggu yang sangat sibuk pun dimulai. Minggu pertama gue sibuk membuat dan menyiapkan berkas-berkas, sambil sesekali belajar (tapi bohong). Dimulai dari berkunjung ke rumah ketua RT -> ketua RW -> Kelurahan -> Polres Bekasi untuk bikin SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan juga ke RSUD Bekasi untuk bikin Surat Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba. Puji Tuhan, gue lolos semua tes. Dengan kata lain, gue adalah orang baik, sehat jasmani-rohani, bebas narkoba, dan ganteng (yang ini nggak perlu diuji karena udah bawaan lahir, thanks). Tapi sebenernya, sih, gue ngulang sekali di tes kejiwaan (tes rohani) :( Mungkin gue emang rada gila, tergila-gila sama kamu… Minggu kedua dan ketiga, setelah urusan berkas selesai, gue dedikasikan untuk belajar persiapan TKD. Singkat cerita, hari penentuan itu pun tiba…

Fyi sebelumnya, TKD ini 100 soal PG yang terdiri dari 3 macam (TWK-Tes Wawasan Kebangsaan, TIU-Tes Intelegensia Umum, dan TKP-Tes Karakteristik Pribadi), yang punya batas kelulusan dan harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. Gue dapet giliran tes tanggal 28 Agustus, masuk di sesi 2, jam 09:40. Jujur, setengah jam pertama gue masih agak gugup dan banyak soal gue lewatin. Tapi lama-kelamaan gue mulai tenang dan bisa ngerjain sampai akhir dengan sisa waktu setengah jam. Sisa waktu itu gue pake untuk skimming sambil ngerjain soal-soal yang kelewat tadi. Puji Tuhan lagi, gue lolos dengan nilai yang (menurut gue) memuaskan.

Continue reading

Catatan Hati Seorang Juventini

0

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #JuveINA14 dari Nine Sport Inc. untuk memenangkan tiket meet and greet dengan para pemain Juventus. Follow @ninesportinc untuk informasi lebih lanjut.

“Pak itu gambar apa?”

“Itu logo klub sepakbola, No. Juventus.”

Mungkin seperti itu kira-kira sepotong percakapan gue dengan bokap ketika masih kelas 3 SD. Sekitar pertengahan tahun 2000, gue dibeliin tas ransel baru yang bisa di-request warna, gambar, dan tulisannya di bagian depan. Dulu populer banget tas semacam itu di sekolah gue. Nah, kebetulan bokap beliin gue tas warna hijau gelap yang gambarnya logo Juventus dan ada tulisan nama gue, “Averino”. Bokap memang penggila sepakbola, dan gen itu menurun ke gue. Beliau adalah seorang Milanisti, dan mungkin itu alasan dia milih gambar logo klub sepakbola (Juventus) buat dipasang di tas gue. Dan begitulah awal perkenalan gue dengan sebuah klub sepakbola terbesar di Italia yang bernama Juventus.

Era 1990-an sampai awal 2000-an, Serie-A mengalami masa kejayaan sebagai liga sepakbola terbaik sejagat. Dunia mengenal “The Magnificent Seven” yang terdiri dari Juventus, AS Roma, AC Milan, Parma, Lazio, Fiorentina, dan Inter Milan. Ketujuh klub tersebut mendominasi klasemen di dalam negeri dan bergantian mencapai final di dua kompetisi Eropa, UEFA Cup dan Champions League. Luar biasa. Apalagi timnas Italia juga sanggup mencapai final Piala Dunia 1994 dan Euro 2000.

Euforia kehebatan tim-tim Italia tersebut tentu saja sampai ke Indonesia yang penggemar sepakbolanya sangat banyak. Hak siar Serie-A di Indonesia pada waktu itu dipegang oleh salah satu televisi swasta lokal. Setiap minggu ada 3-4 pertandingan yang disiarkan langsung. Gue segera mencari jadwal tim yang logonya terpasang di tas ransel gue itu bertanding. Walaupun gue lupa siapa lawan di pertandingan pertama Juventus yang gue lihat, tapi gue selalu ingat satu nama pemain idola gue yang kelak akan menjadi legenda, Alessandro Del Piero. selengkapnya