Di Atas Langit Masih Ada Langit

di atas masih ada langit. sebuah kiasan atau pepatah yang sering diucapkan oleh guru fisika SMA gue, the only one, Ibu Rina Delvita. mungkin jika diartikan secara nyata kiasan itu salah. soalnya diatas langit adanya ruang hampa udara, bukan langit lagi. tapi secara konotasi, kiasan diatas bener banget.

pemikiran ini baru bener-bener gue dapetin kemaren Kamis, pas ada acara rapat RISOMA. bagi yang belum tau, RISOMA singkatan dari Ristirahat, Sholat, Makan. bukan bukan, itu ISHOMA.. RISOMA tuh Riset, Teknologi, dan Informasi. sebuah departemen dari IMP (Ikatan Mahasiswa Pajak) yang bertugas membangun sarana komunikasi publik yang efektif dan memberikan informasi terkini kepada mahasiswa pajak dan masyarakat pada umumnya . gue kebetulan keterima magang sebagai staff di RISOMA.😀

nah singkat cerita, ada temen magang gue namanya Redho lagi ngebuka laptopnya pas gue baru dateng rapat. pas gue tengok, anjrit, display laptopnya keren abis. setelah ngobrol beberapa saat sambil gue utak-atik dikit tuh laptop, ternyata dia adalah seorang programmer handal. tau bahasa pemrograman yang namanya apalah itu. bisa bikin game RPG pake RPG Maker. bikin game tuh susah sob, banyak kodingannya. jago sotoshop, corel draw, bikin web, terus punya program-program keren di laptopnya. programnya kaya glass notepad (notepad tembus pandang) sama rocket dock yang bikin display laptopnya keren abis.

dan yang menambah keterkesimaan gue, dia bilang kalo dia tuh ketua divisi 2 VGI (Video Game Indonesia). so sucks man. VGI adalah anak cabang dari gamefaqs.com. later, dia juga bilang kalo dia bisa ngecrack game-game kecil kaya Gamehouse gitu.

gila. gue tiba-tiba merasa kecil. seperti jarum di tumpukan jerami (?). gue kira gue udah lumayan hebat soal pengetahuan komputer dan game, ternyata it’s nothing if compares to Redho. dia jauh, jauh melebihi gue yang hanya bisa beli game bajakan with cracker di tukang komputer , tanpa tau gimana cara kerja dan bikin tuh cracker.

sama juga pas gue masuk di STAN ini. gue dulu bisa dipanggil professor ama yang laen di kelas. (nb: bukan sombong, ini fakta). tapi sekarang, I’m a loooooser. banyak banget yang pinternya 2 kali lipat, ato bahkan 3 kali lipat dari gue sekarang. masalah kerajinan juga gitu. tampaknya gue terlalu meremehkan orang-orang di sekeliling gue. gue terlalu sombong. gue terkadang lupa kalo mereka bersama gue juga menyisihkan 110 ribu saingan di USM.

oh bring me down, God. turunkan kembali kastaku sebagai orang biasa, tidak dicap pinter lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s