Asrot

1

Si Bapak : “Nanti posisi asrot di sebelah mana? Sebelah situ ya?”
Ganteng : (bingung sambil menatap ke arah yang ditunjuk)
Si Bapak : “Kamu yang jadi asrot, kan, besok?”
Ganteng : (tambah bingung) “I..iya pak.” Saya sok tau mengiyakan.
Ganteng : (dalam hati) “Asrot? Apaan, tuh?

Secuil percakapan di atas antara saya dan seseorang terjadi ketika H-1 persiapan Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi di Bale Kota Tasikmalaya. Sedikit penjelasan, setiap tahunnya, Kanwil DJP Jawa Barat I beserta seluruh satker di bawahnya mengadakan acara Pekan Panutan. Di acara ini, para pemimpin daerah di lingkungan Jawa Barat melakukan penyampaian SPT Tahunannya masing-masing secara simbolis, atau dengan penyampaian langsung online melalui e-filing.

Kalau di Tasikmalaya, acara Pekan Panutan diadakan di Bale Kota Tasikmalaya tanggal 24 Maret 2016, dengan mengundang Walikota dan Wakil Walikota sebagai panutan penyampaian SPT Tahunan. Diharapkan dengan adanya acara ini, seluruh Wajib Pajak di Tasikmalaya, khususnya di Kota Tasikmalaya, dapat tergerak untuk menyampaikan SPT Tahunannya juga melalui e-filing.

24032016-spt-e-filling-tasikmalaya

Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya Lapor SPT Tahunan PPh OP

selengkapnya

Subtitle Bahasa Sunda

0

Seorang teman pernah nyeletuk ketika melihat saya sedang menonton film di laptop, “Gaya banget, lu, pake subtitle bahasa Inggris. Kan, ada yang bahasa Indonesia.”

Dari dulu, saya kalau nonton film bajakan-hasil-download di laptop memang terbiasa memakai subtitle bahasa Inggris. Bukannya nggak mau dimudahkan dengan subtitle bahasa Indonesia, tapi saya lebih nyaman untuk membaca subtitle bahasa Inggris biar sesuai dengan gerakan mulut pemain film dan suaranya. Pikir saya, itung-itung sekalian belajar bahasa Inggris secara otodidak.

Maka ketika mayoritas downloader film begitu akrab dengan akun Pein Akatsuki dan Lebah Ganteng sebagai pemasok subtitle, saya nggak. Saya lebih mengenal akun-akun seperti Ivandrofly, GoldenBeard, dan Luis-subs. Buat yang bingung bisa mengakses subscene.com nanti.

credit to @tahilalats

credit to @tahilalats

selengkapnya

August Rush

0

Bulan Agustus kemarin mungkin jadi salah satu bulan yang baik dalam kehidupan gue.

Alasan pertama, gue (dan temen-temen lulusan STAN 2013 lainnya) akhirnya TKD juga (Tes Kemampuan Dasar -red) setelah menunggu selama lebih dari 9 bulan sejak wisuda tahun lalu. 9 bulan penuh penantian yang gue rangkum dalam sebuah puisi absurd disini akhirnya usai. Kemenpan pada awal bulan Agustus merilis pengumuman tentang nasib kami, yaitu TKD untuk lulusan STAN diadakan pada tanggal 25 – 30 Agustus 2014, sekaligus dilakukan pemberkasan pada saat yang bersamaan.

Dan 3 minggu yang sangat sibuk pun dimulai. Minggu pertama gue sibuk membuat dan menyiapkan berkas-berkas, sambil sesekali belajar (tapi bohong). Dimulai dari berkunjung ke rumah ketua RT -> ketua RW -> Kelurahan -> Polres Bekasi untuk bikin SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan juga ke RSUD Bekasi untuk bikin Surat Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba. Puji Tuhan, gue lolos semua tes. Dengan kata lain, gue adalah orang baik, sehat jasmani-rohani, bebas narkoba, dan ganteng (yang ini nggak perlu diuji karena udah bawaan lahir, thanks). Tapi sebenernya, sih, gue ngulang sekali di tes kejiwaan (tes rohani) 😦 Mungkin gue emang rada gila, tergila-gila sama kamu… Minggu kedua dan ketiga, setelah urusan berkas selesai, gue dedikasikan untuk belajar persiapan TKD. Singkat cerita, hari penentuan itu pun tiba…

Fyi sebelumnya, TKD ini 100 soal PG yang terdiri dari 3 macam (TWK-Tes Wawasan Kebangsaan, TIU-Tes Intelegensia Umum, dan TKP-Tes Karakteristik Pribadi), yang punya batas kelulusan dan harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. Gue dapet giliran tes tanggal 28 Agustus, masuk di sesi 2, jam 09:40. Jujur, setengah jam pertama gue masih agak gugup dan banyak soal gue lewatin. Tapi lama-kelamaan gue mulai tenang dan bisa ngerjain sampai akhir dengan sisa waktu setengah jam. Sisa waktu itu gue pake untuk skimming sambil ngerjain soal-soal yang kelewat tadi. Puji Tuhan lagi, gue lolos dengan nilai yang (menurut gue) memuaskan.

Continue reading

Doppelganger

2

Buat yang pernah denger dan udah tahu arti dari judul di atas, tenang, jangan di-close-tab dulu. Cerita seremnya ada di bagian akhir. Buat yang belum pernah denger dan nggak tahu, doppelganger artinya bayangan diri sendiri atau kembaran dari seseorang. Konon, setiap orang memiliki bayangan diri yang selalu menemaninya. Walaupun bentuk fisiknya sama, doppelganger biasanya memiliki sifat yang bertentangan atau lebih tepatnya bersifat jahat.

Nah, kenapa gue kasih judul postingan ini dengan doppelganger? Jadi gini, gue terkadang ingin bisa melihat diri sendiri dari sisi orang lain, atau kacamata orang lain. Kayak gimana sih seorang Averino itu. Kelakuannya seperti apa, pribadinya apakah menyenangkan, sikapnya apakah sopan, dan apakah dia sebenarnya diterima di dalam masyarakat atau tidak.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa nggak tanya saja langsung ke orang lain itu? Karena menurut gue, jawabannya terkadang nggak valid. Bukannya gue nggak percaya, tapi kita nggak tahu, kan, mereka jawab jujur atau enggak. Bahkan di sesi sharing makrab (malam keakraban -red) yang sampe nangis-nangisan pun, gue terkadang masih nggak percaya sepenuhnya. Ada beberapa faktor kenapa pendapat yang terlontar mungkin tidak valid, misalnya pribadinya memang tertutup dan suka menyimpan rahasia, ada maksud terselubung, atau memang suka berbohong.

Dengan bisa melakukan hal tersebut, gue berharap bisa mengubah perilaku yang buruk dan mempertahankan perilaku yang baik, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Iya, sebenarnya tanpa harus bisa melakukan hal tersebut, gue memang harus selalu bersikap dan bertutur kata yang baik kepada semua orang. Cieelah.

Nah, sekarang baru masuk ke bagian seremnya. selengkapnya

Membaca Yuk

2

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang beres-beres kardus buku-buku dari kosan dulu, saya menemukan 3 buku serial My Stupid Boss. Ketiga buku itu saya beli ketika masih kuliah di STAN dulu. Dan ternyata, sudah lama sekali saya nggak beli buku lagi sejak itu.

Sewaktu saya masih kecil, apabila ditanya tentang hobi, saya pasti akan menjawab membaca. Dulu saya memang suka sekali membaca buku. Ketika belum ada internet yang memudahkan pencarian sebuah informasi seperti sekarang, salah satu jendela pengetahuan dan informasi dunia adalah media cetak seperti buku, majalah, dan surat kabar.

Beberapa jenis media cetak yang pernah dan suka saya baca :

  1. Majalah. Saya dulu termasuk pelanggan majalah Bobo, kalau nggak salah sampai lulus SD. Dari majalah yang sangat terkenal di masanya tersebut, saya banyak mendapat ilmu pengetahuan. Dulu di gudang sampai ada 2 tumpuk majalah Bobo yang tingginya masing-masing hampir mencapai 1 meter. Tapi sayang, semua sudah dijual ke tukang loak. Selain majalah Bobo, ada juga majalah Seru! yang mungkin hanya sebagian orang yang tahu. Penasaran? Coba googling aja 😀
  2. Komik. Di rak buku, puluhan komik Kenji berderet lengkap dari jilid 1 sampai tamat. Ada juga komik Kungfu Boy yang original, tapi kurang beberapa jilid lagi. Selain itu, masih banyak lagi yang lain, seperti One Piece, Naruto, Doraemon, dll. 
  3. Buku. Mulai dari novel non fiksi, fiksi, sampai buku resep masakan ada tersimpan di rak buku di rumah saya. Bapak saya yang bekerja di toko buku Gramedia memang sesekali suka membawa buku gratisan dari kantornya, apapun jenisnya. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dan sekarang rak buku 4 tingkat setinggi 2 meter itu sudah penuh semua. Mungkin sudah mencapai ratusan bahkan ribuan buku kalau dihitung jumlahnya.
  4. Surat Kabar. Salah satu fasilitas yang diperoleh karyawan yang bekerja di Kompas-Gramedia group adalah mendapatkan koran Kompas gratis setiap hari. Setiap hari, Bapak saya kalau pulang kerja pasti membawa koran Kompas. Terkadang malah ditambah Warta Kota, Super Ball, dan Jakarta Post! Jadi setiap pagi, saya selalu meluangkan waktu untuk membaca koran tanggal hari sebelumnya.

selengkapnya