Sebuah Puisi Tentang Kita, Gais!

2

teman-teman mahasiswa kini mulai bersikap skeptis.
dari para aktivis yang kritis,
sampai yang di kampus dulu hanya seorang apatis,
semua mengoceh ke tipstan bernada sinis.
rumor “dalam waktu dekat” cuma dianggap janji manis.
yang katanya setelah pilpres paling logis,
ternyata sampai sekarang masih harus realistis.

memang keadaan ini sungguh dilematis.
dari oktober tahun lalu sudah resmi lulus tertulis,
tapi sampai sekarang belum ditempatkan di posisi strategis.
hampir 9 bulan sudah menunggu dengan optimis.
namun kesabaran pun akhirnya mulai terkikis.
hati rasanya sudah teriris-iris.
kedua mata menolak ingin menangis.
yah… namanya juga sekolah gratis.

mengisi waktu sebenarnya bisa dilakukan dengan bermacam jenis.
ada yang les bahasa perancis,
pun belajar sambil berlibur di kampung inggris.
ada yang ngaudit sampai angkanya harus sama persis.
ada yang jadi abang-none bak selebritis nan eksis.
ada pula yang fokus berbisnis biar dagangan makin laris. selengkapnya

Doppelganger

2

Buat yang pernah denger dan udah tahu arti dari judul di atas, tenang, jangan di-close-tab dulu. Cerita seremnya ada di bagian akhir. Buat yang belum pernah denger dan nggak tahu, doppelganger artinya bayangan diri sendiri atau kembaran dari seseorang. Konon, setiap orang memiliki bayangan diri yang selalu menemaninya. Walaupun bentuk fisiknya sama, doppelganger biasanya memiliki sifat yang bertentangan atau lebih tepatnya bersifat jahat.

Nah, kenapa gue kasih judul postingan ini dengan doppelganger? Jadi gini, gue terkadang ingin bisa melihat diri sendiri dari sisi orang lain, atau kacamata orang lain. Kayak gimana sih seorang Averino itu. Kelakuannya seperti apa, pribadinya apakah menyenangkan, sikapnya apakah sopan, dan apakah dia sebenarnya diterima di dalam masyarakat atau tidak.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa nggak tanya saja langsung ke orang lain itu? Karena menurut gue, jawabannya terkadang nggak valid. Bukannya gue nggak percaya, tapi kita nggak tahu, kan, mereka jawab jujur atau enggak. Bahkan di sesi sharing makrab (malam keakraban -red) yang sampe nangis-nangisan pun, gue terkadang masih nggak percaya sepenuhnya. Ada beberapa faktor kenapa pendapat yang terlontar mungkin tidak valid, misalnya pribadinya memang tertutup dan suka menyimpan rahasia, ada maksud terselubung, atau memang suka berbohong.

Dengan bisa melakukan hal tersebut, gue berharap bisa mengubah perilaku yang buruk dan mempertahankan perilaku yang baik, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Iya, sebenarnya tanpa harus bisa melakukan hal tersebut, gue memang harus selalu bersikap dan bertutur kata yang baik kepada semua orang. Cieelah.

Nah, sekarang baru masuk ke bagian seremnya. selengkapnya

Membaca Yuk

2

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang beres-beres kardus buku-buku dari kosan dulu, saya menemukan 3 buku serial My Stupid Boss. Ketiga buku itu saya beli ketika masih kuliah di STAN dulu. Dan ternyata, sudah lama sekali saya nggak beli buku lagi sejak itu.

Sewaktu saya masih kecil, apabila ditanya tentang hobi, saya pasti akan menjawab membaca. Dulu saya memang suka sekali membaca buku. Ketika belum ada internet yang memudahkan pencarian sebuah informasi seperti sekarang, salah satu jendela pengetahuan dan informasi dunia adalah media cetak seperti buku, majalah, dan surat kabar.

Beberapa jenis media cetak yang pernah dan suka saya baca :

  1. Majalah. Saya dulu termasuk pelanggan majalah Bobo, kalau nggak salah sampai lulus SD. Dari majalah yang sangat terkenal di masanya tersebut, saya banyak mendapat ilmu pengetahuan. Dulu di gudang sampai ada 2 tumpuk majalah Bobo yang tingginya masing-masing hampir mencapai 1 meter. Tapi sayang, semua sudah dijual ke tukang loak. Selain majalah Bobo, ada juga majalah Seru! yang mungkin hanya sebagian orang yang tahu. Penasaran? Coba googling aja :D
  2. Komik. Di rak buku, puluhan komik Kenji berderet lengkap dari jilid 1 sampai tamat. Ada juga komik Kungfu Boy yang original, tapi kurang beberapa jilid lagi. Selain itu, masih banyak lagi yang lain, seperti One Piece, Naruto, Doraemon, dll. 
  3. Buku. Mulai dari novel non fiksi, fiksi, sampai buku resep masakan ada tersimpan di rak buku di rumah saya. Bapak saya yang bekerja di toko buku Gramedia memang sesekali suka membawa buku gratisan dari kantornya, apapun jenisnya. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dan sekarang rak buku 4 tingkat setinggi 2 meter itu sudah penuh semua. Mungkin sudah mencapai ratusan bahkan ribuan buku kalau dihitung jumlahnya.
  4. Surat Kabar. Salah satu fasilitas yang diperoleh karyawan yang bekerja di Kompas-Gramedia group adalah mendapatkan koran Kompas gratis setiap hari. Setiap hari, Bapak saya kalau pulang kerja pasti membawa koran Kompas. Terkadang malah ditambah Warta Kota, Super Ball, dan Jakarta Post! Jadi setiap pagi, saya selalu meluangkan waktu untuk membaca koran tanggal hari sebelumnya.

selengkapnya

Kenapa Gue Harus Pergi ke Inggris?

0

Nggak perlu pakai pembukaan, berikut ini 5 alasan kenapa gue harus pergi ke Inggris.

1. Football

White Hart Lane

White Hart Lane

Menurut FIFA, Inggris merupakan negara tempat kelahiran klub sepak bola. Hal tersebut dibuktikan oleh Sheffield FC yang dibentuk pada tahun 1857 dan menjadi klub sepak bola tertua di dunia. Selain itu, English Premier League beberapa tahun terakhir ditahbiskan sebagai liga sepakbola terbaik sejagad. 2 fakta tersebut tentu saja menarik perhatian gue sebagai seorang pemuda penikmat dan penggila sepakbola.

Selain menjadi Juventini (fans berat Juventus -red), gue juga adalah pendukung (karbitan) Tottenham Hotspur. Jadi, alasan pertama kenapa gue harus pergi ke Inggris adalah untuk menonton langsung pertandingan sepakbola di tempat lahirnya, terlebih ketika Spurs yang bertanding. Gue ingin merasakan langsung atmosfir dan euforia sebuah pertandingan di stadion White Hart Lane, kandang Spurs. Old Trafford? Nggak. Gue malas berkunjung ke tempat tim yang nggak bertanding ke turnamen Eropa musim depan. *ngajak ribut*

2. Oxbridge (Oxford-Cambridge)

Oxford + Cambridge

Oxford + Cambridge

Dulu, dulu sekali selagi masih SMP, gue pernah bermimpi untuk bisa kuliah di luar negeri. University of Oxford dan University of Cambridge, dua universitas papan atas di Inggris yang sering sikut-sikutan dengan Harvard University untuk jadi nomer 1 di dunia, tentu saja menjadi destinasi gue dulu.

Memang impian tersebut tidaklah realistis karena di luar kemampuan otak gue. Ujian masuk di UI dan UGM buat ambil jurusan Kedokteran aja nggak ada yang tembus. Akhirnya sekarang gue malah pindah haluan jadi lulusan di bidang pajak. *merasa gagal sebagai anak IPA* *malah curhat*

Jadi, alasan kedua kenapa gue harus pergi ke Inggris adalah karena gue mau berkunjung ke dua kampus impian masa kecil tersebut. Gue ingin mewujudkan mimpi berkunjungnya saja, walaupun tanpa kuliah disana. #sedihbingit

3.  London Eye dan Big Ben

selengkapnya

Tips Menghadapi Kemacetan di Jakarta

0

kalo dijumlah sampai hari ini, udah hampir tiga setengah bulan gue magang di daerah Jakarta. November sampai Desember gue magang jadi marketing di PT MSD Indonesia, di daerah Sudirman. Februari sampe sekarang gue magang jadi junior auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Hananta Budianto & Rekan, di daerah Kebayoran Baru.

setiap hari kerja, perjalanan gue naik motor dari rumah (Bekasi) ke kantor (atau klien) dan sebaliknya bisa memakan waktu 3 sampai 4 jam :|. pagi berangkat 1,5 jam, pulang bisa lebih. apalagi kalo hujan atau force majeur lainnya. emang bener sih kata orang. kerja di Jakarta itu tua di jalan. kalo gue sih ganteng di jalan. #okesip

macetnya Jekardah...

macetnya Jekardah…

nah, berhubung macet udah jadi “makanan” gue tiap pagi, gue ada beberapa tips nih buat menghadapi macetnya jalanan Jakarta biar kita tetep enjoy. dan ganteng tentunya.

1. sabar, jangan kebanyakan mengeluh
yang pertama ini adalah kunci utama buat bikin kita enjoy selama perjalanan. lo ngeluh gimanapun nggak akan mengubah keadaan. lo nglakson kenceng-kenceng juga nggak bakal bikin kendaraan depan lo minggir buat ngasih jalan. orang-orang di jalanan jakarta itu pada nggak mau ngalah. semua ngerasa punya kepentingan yang lebih kalo di jalan. ya termasuk gue juga sih. intinya biar lambat asal selamat~

2. dengerin musik
dengerin musik terbukti mampu meningkatkan mood dan membantu membunuh waktu. lagu yang tepat + momen yang tepat = sempurna. gue pernah lagi nyelip-nyelip di jalanan pake motor sambil dengerin musik, tiba-tiba playlist pas muterin instrumental Requiem for a Dream. epic banget. belom lagi kalo lo wota. lo bisa muter lagu-lagu JKT48 sambil ngechant di jalan. eh itu mah gue ya…
selengkapnya

Nyak, Minta Duit Dong!

0

Bang Benyamin

Bang Benyamin

seminggu yang lalu di malem perjalanan ke Jogja, kernek bus yang gue naekin muterin lagu-lagunya Alm. Benyamin. berhubung gue nggak bisa tidur gara-gara udah sempet tidur siangnya, akhirnya gue dengerin semua lagunya. kalo gue perhatiin, lirik lagu-lagunya kreatif, lucu (banyak humornya), menarik, dan pake Bahasa Betawi pastinye. kebanyakan dari lagu-lagu Almarhum yang gue denger berbentuk pantun berbalas, duet dengan seorang wanita, kayak Hujan Gerimis, Begini Begitu, Disini Aje, dll.

dari semua lagu yang sempet diputer, lagu favorit gue adalah Minta Duit (gatau ini bener apa enggak judulnya :hammer). dulu pas gue masih SD, ini lagu sempet booming plesetannya di daerah kampung gue. dan ternyata ampe sekarang masih hapal gue liriknya.

“nyak nyak nyaaak, minta duit dong ayo dong, dondong salak ayo lak, laki bini ayo ni, niup balon ayo lon, lontong babeee~ segudang ayo dang,
dandang item ayo tem, tempat sabun ayo bun, buntut kuciiiing~ ketembak ayo bak,
babak belur ayo lur, lurah eRTe ayo te, tete emaaaak~ bejendol ayo dol,
dodolipet ayo pet, pete kacang ayo cang, cengar-cengir ayo ngir, ngirim suraaaat~ kecebur ayo bur,
bubur ayam ayo yam, ayam jago ayo go, gol gol gol ale ale ale~
pak tile kagak punya lele~”

buahahaha keren banget ye lirik lagunya. and the most epic part is “tete emaaaak~ bejendol”. entah dulu gue ngerti apa nggak adanya unsur kepornoan di dalem lagu itu. mana dulu nyanyinya teriak-teriak lagi ._.

btw, Happy New Year 2014!

sumber gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/88/Benyamin_Sueb.jpg

Lucu?

0

dua orang cewek cakep lagi duduk-duduk di selasar sebuah gedung. tiba-tiba ada cowok jalan, lewat di depan kedua cewek tadi. “ih, cowok itu lucu ya :3,” kata seorang cewek ke temennya di sebuah scene FTV. and then I was said.. lucu? where is the funny thing?

kerjaan gue tiap hari di masa pengangguran gini ya nonton FTV siang-siang. tinggal pilih, SCTV apa RCTI. tapi kalo gue sih nggak liat dari judul ceritanya, tapi pemeran ceweknya. kalo cakep, lanjut nonton. kalo nggak, gonta-ganti channel dulu ampe muter lagi ke channel FTV tadi. ada acara yang lebih bagus, ganti. nggak ada yang lebih bagus, terpaksa nonton deh :v. ya emang nggak ada yang jelek juga sih tokoh cewek utama pemeran FTV.

kembali lagi ke topik. kata LUCU menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya menggelikan hati; menimbulkan tertawa; jenaka. dengan kata lain, ada sesuatu yang terlihat di objek/subjek “lucu” itu yang bikin orang ketawa, atau seenggaknya tersenyum. bisa juga objek/subjek tersebut melakukan sesuatu yang emang “lucu”, kayak ngelawak atau nari-nari nggak jelas. lah ini yang gue tonton kayak gini. itu cowok ngelawak nggak, nari-nari nggak jelas juga nggak, jalan biasa doang. iya ganteng sih, but again.. where is the funny thing? DIMANA BAGIAN LUCU-NYA?!

semua yang ganteng dibilang lucu, yang cantik juga dibilang lucu… kata “lucu” ini emang kayaknya udah mengalami perluasan makna. gue lupa istilahnya, dulu pernah belajar di pelajaran Bahasa Indonesia pas SMP.

udah itu doang. nggak penting banget yep postingan ini.